Pages

Selasa, 14 Mei 2013

OTHER TECHNIQUES TO CAPTURE TACIT KNOWLEDGE

KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM 
Lecture : Leon Abdillah



BRAINSTROMING ( ELECKTRONIK BRAINSTROMING)


      Brainstorming adalah teknik daya cipta kelompok mendesain timbulnya banyak gagasan untuk latar belakang masalah, pada 1953 metode ialah populariz oleh Alex faickney osborn dalam bukunya mengadakan imajinasi terapan, osborn mengusulkan bahwa kelompok-kelompok bisa menggandakan hasil kreatif mereka dengan brainstorming. Walaupun Brainstorming sudah menjadi teknik kelompok populer, peneliti tidak menemukan bukti keefektifannya karena meningkatkan kuantitas atau kualitas gagasan yang ditimbulkan, karena masalah seperti itu sebagai selingan, sosial bermalas-malasan, kecemasan evaluasi, dan produksi yang bertahan, mendiskusikan kelompok-kelompok adalah sedikit lebih efektif daripada macam kelompok-kelompok lain, dan mereka sebetulnya lebih tidak efektif dari pada individu yang bekerja independently. Di encyclopedia daya cipta, tudor rickards, di pesertanya atas Brainstorming , meringkaskan kontroversinya dan menunjukkan bahaya conflate produktivitas di pekerjaan kelompok dengan kuantitas ideas.walaupun Brainstorming tradisional tidak menambah produktivitas kelompok-kelompok (sebagai diukur oleh jumlah gagasan menghasilkan), masih mungkin menyediakan keuntungan, seperti menaikkan semangat juang, meningkatkan kesenangan kerja, dan memperbaiki kerja tim, dengan begitu, banyak percobaan sudah terpaksa memperbaiki curah-gagasan atau memakai variasi teknik dasar yang lebih efektif. 

Jenis jenis Brainstromnig

  1. Verbal Brainstroming
  2. Nominal Brainstroming
  3. Elecktronic Brainstroming




Disini kit akan membahas Elecktronic Brainstroming
 
Elektronik brainstorming adalah versi terkomputerisasi brainstorming teknik manual. Hal ini biasanya didukung oleh sistem rapat elektronik (Electronic Meeting System) tetapi bentuk yang lebih sederhana juga dapat dilakukan melalui email dan mungkin berbasis browser, atau menggunakan peer-to peer software. dengan sistem pertemuan elektronik, peserta berbagi daftar ide melalui Internet. Ide dimasukkan independen. Kontribusi segera menjadi terlihat untuk semua dan biasanya anonim untuk mendorong keterbukaan dan mengurangi prasangka pribadi.  EMS Modern juga mendukung sesi brainstorming asynchronous selama waktu yang lama serta tindak lanjut khas kegiatan di proses pemecahan masalah kratif  seperti kategorisasi ide, penghapusan duplikat, penilaian dan diskusi atau kontroversial ide diprioritaskan.

Elecktronik Brainstorming sendiri adalah bertukar gagasan/pikiran melalui media elektronik dalam sebuah kelompok media elektronik yang digunakan biasanya berupa tools seperti GSS (Group Support System). dikasus kami yaitu di KMS Sharing Culture di dinas sosial provinsi DKI Jakarat. Diharapkan dengan menerapkan metode atau teknik Elecktronic Brainstorm para anggota kelompok bisa bertukar pikiran dan memberikan pendapatnya kepada sesama anggotanya dengan menggunakan media elektronik seperti e-mail,browsing diinternet serta alat bantu seperti proyektor dll. agar bisa dengan cepat mengidentifikasi permasalahan yang ada,menentukan alternatif pemecahan masalah, serta mencari sebab-sebab terjadinya permasalahan yang ada di  KMS Sharing Culture di dinas sosial provinsi DKI Jakarat.

Metodenya
  • Tetapkan masalah
  • Membuat memo latar belakang
  • Pilih peserta
  • Buat daftar pertanyaan memimpin
  • Sesi melakukan
  • Proses
  • Evaluasi
 

 

CAPTURING

KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM
Lecture : Leon Abdillah 



Interview [10 Question] 
  1. Bagaimana membangun budaya knowledge sharing antar pegawai dinas social dalam rangka peningkatan kinerja dan konsep KMS untuk keunggulan pada dinas social provinsi DKI Jakarta? 
  2. Mengapa anda memutuskan metode culture sharing di dinas DKI Jakarta ?
  3. Mengapa di perlukan suatu metode untuk mengelolah asset capital ?
  4. Mengapa anda memilih software modular object oriented dynamic learning open source atau MOODLE? Dalam knowledge sharing culture di dinas social DKI Jakarta ?
  5. Manfaat apa saja yang anda dapatkan dalam menerapkan metode sharing culture di dinas DKI Jakarta?
  6. Mengapa anda memilih tema atau judul sharing culture di dinas DKI Jakarta ?
  7. Strategi apa saja yang anda bentuk dalam pengembangan di dinas social knowledge di dinas DKI Jakarta ?
  8. Apa yang menjadi prinsip utama yang mendasari pengembangan knowledge system di dinas social provinsi DKI Jakarta ?
  9. Serelah saya membaca artikel anda, didalamnya ada metode MOODLE, apa yang dimaksud dengan MOODLE ?
  10. Kesimpulan apa yang anda dapat dalam menerapkan metode sharing culture di dinas social DKI Jakarta ?


Questioner [10 Question]
Keterangan :
B : Baik
SB : Sangat Baik
C : Cukup
BR : Buruk
 
 
NO
KETERANGAN
B
SB
C
BR
1
Bagaimana Penerapan KMS sharing culture di dinas sosial DKI Jakarta




2
Apakah dengan menerapkan KMS sharing culture pada dinas sosial DKI Jakarta membawa dampak yang baik




3
Apa pendapat anda tentang kinerja yang dibangun pada dinas sosial DKI Jakarta




4
Bagaimana membangun budaya knowledge sharing culture antar pegawai




5
Bagaimana bentuk tekonologi dalam knowledge sharing culture ini




6
Apakah system knowledge sharing culture pada dinas sosial DKI Jakarta  yang diterapkan sudah baik dan mudah untuk di terima?




7
Bagaimana Pelayanan knowledge sharing culture pada dinas sosial DKI Jakarta setelah diterapkannya KMS




8
Bagaimana pengelolahan  KMS knowledge sharing culture pada dinas sosial DKI Jakarta




9
Bagaimana pendapat anda untuk potensi sumber daya pengetahuan sebagai intansible asset pada dinas DKI Jakarta




10
Apakah KMS yang di terapkan di dinas DKI Jakarta sudah sesuai dengan tujuan




 


KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM

KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM
Lecture : Leon Abdillah




KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM
KNOWLEDGE SHARING CULTURE DI DINAS 
SOSIAL  PROVINSI DKI JAKARTA



Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta adalah perangkat Pemerintah Daerah yang dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya yaitu melaksanakan penanganan, pembinaan dan rehabilitasi sosial kepada Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial di Provinsi DKI Jakarta. Keragaman pengetahuan dan kepakaran di Dinas Sosial menjadi aset yang sangat berharga dalam upaya meningkatkan keunggulan dan kualitas kinerjanya. Pengetahuan berkembang lamban dan statis serta belum dapat disinergikan satu dengan lainnya. Akibatnya ketergantungan pada satu orang yang menguasai bidang pekerjaan spesifik sangat tinggi sehingga aset pengetahuan sebagai intangible asset tidak dapat dieksplorasi untuk meningkatkan kinerja.

Jumat, 21 Desember 2012

BIODATA

Nama : Dwi Puspita Sari
TTL : Pajar Bulan, 06 Mei 1991
JK : Perempuan
Fakultas : Ilmu Komputer
Prog. Study : Sistem Informasi
Universitas Binadarma Palembang